Perjudian online, termasuk aktivitas yang melibatkan “bandar toto”, memiliki dampak yang sering tidak disadari oleh remaja. Meskipun sekilas terlihat seperti permainan angka biasa, risiko yang muncul jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan uang. Remaja adalah kelompok yang paling rentan terhadap efek psikologis dan digital dari perjudian online.
Salah satu dampak utama adalah penurunan kemampuan mengelola emosi. Ketika remaja mencoba permainan angka dan melihat diri mereka ‘hampir menang’, mereka mungkin merasa terdorong untuk mencoba lagi. Sensasi ini memicu adrenalin dan menciptakan pola perilaku impulsif. Jika dibiarkan, pola ini dapat terbawa ke kebiasaan sehari-hari, seperti sulit fokus belajar atau mudah stres.
Selain itu, perjudian online dapat memicu masalah kepercayaan diri. Ketika remaja merasa gagal mencapai kemenangan yang diharapkan, mereka bisa mengalami penurunan harga diri. Mereka mungkin merasa kurang cukup baik atau terus menyalahkan diri sendiri, padahal sistem permainan tersebut memang dibuat tidak adil.
Dari sisi sosial, dampaknya bisa sangat besar. Remaja yang terjebak situs “bandar toto” bisa mulai menarik diri dari pergaulan, menutup diri dari keluarga, atau menghabiskan waktu tanpa batas di perangkat mereka. Ketergantungan seperti ini dapat merusak hubungan dengan teman, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Dampak digitalnya juga tidak kalah serius. Situs “bandar toto” sering kali meminta data pribadi pengguna. Jika data tersebut disalahgunakan atau bocor, remaja bisa terancam mengalami pencurian identitas atau peretasan akun media sosial. Pengalaman buruk ini dapat membuat mereka merasa takut menggunakan internet atau malu untuk meminta bantuan.
Semua dampak ini menunjukkan bahwa remaja perlu memahami bahwa perjudian online bukan hanya soal uang, tetapi juga soal kesehatan mental, emosi, dan keselamatan digital. Orang tua dan guru perlu membantu remaja membangun kebiasaan online yang sehat serta mengajak mereka berbicara terbuka tentang risiko yang ada di internet.
